Perbedaan Teknologi Karbu (Karburator) dan Injeksi

Perbedaan Injeksi dan karburator

Perbedaan Teknologi Karbu (Karburator) dan Injeksi – Perkembangan dunia otomotif memang luar biasa. Dengan macam-macam latar belakang dan tujuan, teknologi otomotif semakin berkembang dengan jalurnya masing-masing. Mulai dari jenis energi yang digunakan sebagai sumber tenaga, kini telah muncul mobil listrik, teknologi AI (Articifial Intelligence) sebagai basis dari sistem automatic driving, dan teknologi lainnya. Nah, di antara inovasi-inovasi tersebut, ada yang sudah sangat sering didengar dan mungkin dikenal oleh masyarakat umum, yaitu mesin karbu dan injeksi.

Meskipun di tengah masyarakat sudah sangat umum istilah karbu atau karburator dan injeksi, tetapi kebanyakan juga hanya tahu istilahnya saja. Sedangkan untuk perbedaannya secara jelas belum tentu tahu apalagi paham. Nah, sebenarnya perbedaan karbu dan injeksi ini apa dan ada di mana perbedaannya. Kemudian, teknologi ini diaplikasikan di kendaraan apa saja, lantas apa keunggulan masing-masing, Top Trust akan membahas tuntas semuanya. Jadi, simak sampai akhir ya agar kalian paham apa sih perbedaan kendaraan yang memakai teknologi karbu dan injeksi.

Perbedaan Karbu (Karburator) dan Injeksi

Perbedaan utama pada kedua teknologi ini adalah cara kerja suplai bensin untuk pembakaran. Pada karbu atau lengkapnya adalah karburator, suplai bensin ditentukan oleh pergerakan naik-turun piston. Pada kendaraan dengan sistem karburator, volume bensin yang masuk ke pembakaran tidak memiliki ukuran yang akurat karena bergantung pada sedotan vakum oleh gerakan pistonnya. Pada distem karburator, bensin akan mengalir melalui dua jet, yaitu main jet dan needle jet. Main jet berperan sebagai pengontrol kebutuhan bahan bakar menyesuaikan kecepatan mesin, sedangkan needle jet bertugas untuk mengatur seberapa banyak bahan bakar yang keluar dari saluran main jet.

Sedangkan pada sistem injeksi, semuanya sudah berbasis elektronik, yang artinya terdapat sensor yang bisa menjadi tolak ukur ukuran volume seberapa banyak bensin yang dibutuhkan untuk pembakaran. Karena semuanya sudah melalui perhitungan sensor dan perhitungan ECU (Electronic Control Unit) yang berdasar pada sinyal dan sensor RPM mesin. Hal ini dilakukan dengan memberi tahu injektor bahan bakar kapan dan berapa lama akan menyala. ECU juga sering mengontrol fungsi lain seperti pompa bahan bakar dan waktu pembakaran.

Baca juga: Perkembangan Mobil Listrik di Indonesia

Dari perbedaan singkat di atas, agaknya kita semua tahu mana yang lebih baru dan lebih mutahir, yaitu sistem atau teknologi injeksi. Selain itu, dari penjelasan singkat di atas, tentunya kita semua bisa meraba dengan kasar bahwa sistem injeksi akan lebih terstruktur dan relatif lebih irit bahan bakar karena volume bensin yang mengalir lebih tersistem.

Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan dari sistem karburator adalah bisa diatur secara manual oleh pengguna. Jadi, tingkat keborosan dan keiritan dari kendaraan mudah dimodifikasi. Namun tetap ingat, komposisinya harus tepat juga agar suara kendaraan tidak brebet atau batuk-batuk. Selain itu, kelebihan dari sistem karburator ini adalah perawatannya yang tidak ribet, bahkan jika terjadi kerusakan ringan, bisa diperbaiki sendiri. Kekurangannya tentu saja tingkat keborosan lebih tinggi karena memang mengalirnya bensin juga hanya berdasarkan sedotan dari gerakan piston yang mengikuti hukum Bernoulli tentang perbedaan tekanan. Selain itu, biasanya pada kendaraan dengan sistem karburator akan lebih kasar suaranya dikarenakan pasokan bensin yang terhambat.

Kelebihan dari sistem injeksi tentunya efisiensi penggunaan bahan bakar lebih tinggi disesuaikan dengan kebutuhan mesin yang sedang berjalan. Alhasil, kendaraan dengan sistem injeksi akan lebih irit dibandingkan dengan karbu. Selain itu, karena efisiensi aliran atau semprotan bahan bakar yang dibakar tinggi, maka hasil buangan juga akan lebih sedikit. Intinya lebih ramah lingkungan. Kekurangan dari sistem injeksi adalah sulit untuk melakukan modifikasi karena sudah ada settingan khusus yang sesuai dengan standar. Jika memang memaksa untuk melakukan modifikasi tentunya juga harus melakukan penyesuaian pada ECU agar sistem sensor yang diatur oleh ECU tidak berantakan.

Kesimpulan

Kesimpulannya adalah, sistem injeksi lebih irit bahan bakar dan lebih ramah lingkungan. Namun, kelemahannya adalah dia sulit untuk dimodifikasi, dan saat terjadi kerusakan, sistem kelistrikannya lebih ribet untuk diatur. Mungkin jika sampai terjadi korsleting pada sistem injeksi, bisa menjadi salah satu penyebab mobil mogok.

Jangan khawatir, meski terlihat begitu, penggunaan sistem injeksi jelas lebih unggul karena kerusakan atau korsleting pada kendaraan Anda juga tidak kemudian terjadi semerta-merta tanpa penyebab. Terbukti, mobil dan motor keluaran terbaru sekarang menggunakan sistem injeksi. Sistem karburator dipakai pada mobil atau motor lama saja.

Penulis